Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih (UNCEN) secara resmi membuka kegiatan Pembekalan Mahasiswa Peserta Program Pengalaman Lapangan (PPL) Semester Genap Tahun Ajaran 2025–2026, Selasa (13/1/2026), bertempat di Aula FKIP UNCEN.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan I FKIP UNCEN, Dr. Servo Patrick Kocu, S.Pd., M.A., Ph.D., Wakil Dekan III Dr. Petrus Irianto, S.H., M.Pd., M.H., serta para Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, dan Kepala Laboratorium di lingkungan FKIP UNCEN.
Pembukaan kegiatan diawali dengan laporan Ketua Unit PPL dan Microteaching, Drs. Alex Agustinus Lepa, M.Si.. Dalam laporannya, Lepa menyampaikan bahwa sebanyak 350 mahasiswa dari 12 program studi di FKIP UNCEN telah terdaftar sebagai peserta PPL. Sebelum diterjunkan ke sekolah, para mahasiswa akan mengikuti pembekalan yang terdiri dari 16 materi terkait dunia persekolahan.
Menurut Lepa, materi pembekalan tersebut bukanlah materi baru, melainkan telah dipelajari mahasiswa selama perkuliahan di program studi masing-masing. Namun, pembekalan ini menjadi momen penting untuk menyegarkan kembali pemahaman mahasiswa sebelum terjun langsung ke lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih kedisiplinan mahasiswa sebagai calon pendidik.
Alex Lepa juga menegaskan pentingnya komitmen mahasiswa dalam mengikuti seluruh rangkaian PPL yang berlangsung kurang lebih selama enam bulan. Ia mengingatkan bahwa program ini membutuhkan biaya yang cukup besar dan membawa nama baik institusi.
“Kegiatan PPL ini mengeluarkan dana yang cukup besar dan juga menyangkut nama baik FKIP UNCEN. Mahasiswa yang tidak berniat sungguh-sungguh mengikuti PPL sebaiknya mengundurkan diri,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan FKIP UNCEN, Dr. Yan Dirk Wabiser, S.Pd., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa PPL merupakan proses yang sangat penting dalam membentuk karakter dan profesionalisme calon guru. Ia menekankan bahwa Indonesia, khususnya Tanah Papua, masih sangat membutuhkan tenaga pendidik.Yan menjelaskan bahwa kebutuhan guru di Papua belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh lulusan FKIP UNCEN karena jumlah lulusan yang masih terbatas dan kalah bersaing. Akibatnya, tidak sedikit guru di sekolah-sekolah Papua yang berasal dari universitas di luar Tanah Papua. Padahal, menurutnya, lulusan FKIP UNCEN memiliki keunggulan tersendiri karena lebih memahami kearifan lokal dan tradisi masyarakat Papua.
Untuk itu, FKIP UNCEN berencana melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas lulusan agar mampu bersaing dan menjawab kebutuhan pendidikan di Papua.
Dalam kesempatan tersebut, Yan juga berpesan kepada mahasiswa PPL agar menjaga nama baik FKIP UNCEN selama berada di sekolah. Ia mengungkapkan bahwa masih sering menerima keluhan dari pihak sekolah terkait sikap dan perilaku mahasiswa PPL.
“Kegiatan PPL ini bertujuan meningkatkan kemampuan belajar dan mengajar mahasiswa. Mahasiswa PPL harus berpenampilan rapi, disiplin, serta menguasai delapan keterampilan mengajar agar kelak menjadi guru yang baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerapian dalam berpakaian dan berpenampilan, serta komunikasi yang baik apabila terjadi kendala di lapangan.
“Mahasiswa PPL harus rapi tampilannya, pakaian dan rambut. Kalau ada apa-apa, tolong diinformasikan supaya tidak ada masalah di kemudian hari,” pungkas Yan.

Leave a Comment